
Reza Rahadian Berjaya di Piala Maya 2013. Industri perfilman Indonesia diramaikan kembali dengan diselenggarakannya ajang penghargaan nyata dari dunia maya untuk film Indonesia. Acara yang diselenggarakan oleh Film Indonesia ini melibatkan 156 komite juri dari berbagai profesi. Ajang penghargaan piala maya ini telah diselenggarakan pada 21 Desember lalu, dengan bertemakan "Ragam Corak Film Indonesia" ajang ini menghasilkan banyak nominasi terpilih yang memenangkan penghargaan.
Tak hanya film layar lebar yang bergengsi dalam acara ini, film pendek hingga film dokumenter pun menunjukan eksistensinya di industri perfilman tanah air dan memenangkan penghargaan. Film "Nagasari" pun menjadi film daerah terpilih, film panjang terpilih yaitu "Sokola Rimba", Rectoverso "Malaikat Juga Tahu" pun menjadi film omnibus terpilih.
Dan di ajang Piala Maya 2013 ini Reza Rahadian juga kembali menjadi aktor pilihan, setelah meraih kemenangan sebagai aktor terbaik di ajang FFI 2013. Ajang-ajang seperti ini memang patut untuk diapresiasi karena memotivasi sineas tanah air untuk memajukan industri perfilman tanah air yang semakin berkualitas.

Film memang merupakan media yang sangat tepat dalam penyampaian pesan, karena disajikan dalam bentuk audiovisual yang lebih menarik perhatian masyarakat untuk menyaksikannya. Apalagi jika film tersebut disajikan dengan ciamik, maka respon masyarakat pun akan lebih antusias dalam menyaksikan film tersebut. Film Indonesia saat ini memang mengalami peningkatan kualitas, mulai mengigi di ajang-ajang bergengsi dalam negeri dan internasional. Semakin bertambahnya ajang-ajang di Indonesia juga memotivasi sineas perfilman untuk memberikan karya terbaiknya yang berkualitas.
Tak hanya film layar lebar yang saat ini mulai menunjukan kemajuannya dalam hal kualitas, film pendek berkualitas pun saat ini banyak yang mengigi dalam ajang-ajang tanah air dan internasional. Bahkan, para sineas perfilman saat ini juga tidak terikat oleh usia anak-anak berbakat pun mulai menunjukan bakatnya dalam menggarap sebuah film. Seperti film "1000 Balon", film ini merupakan hasil karya dari 50 anak yang terpilih untuk mengikuti "Camp Semangat". Seluruh kru dan juga pemain merupakan anak-anak berbakat tersebut, sungguh suatu karya yang patut untuk kita apresiasi bagi anak-anak yang menyalurkan bakatnya lewat sebuah hasil karya yang luar biasa di usia mereka yang masih sangat dini.
Duta acara ini adalah Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, kedua pasangan suami istri ini memang gemar menggarap film tentang anak-anak atau film keluarga. Ari Sihasale pun menuturkan bahwa ajang ini bermanfaat untuk mengenalkan dunia perfilman kepada anak-anak.

Noah atau band yang sebelumnya bernama Peterpan ini, merupakan salah satu band yang hingga saat ini memiliki banyak penggemar, meski sempat meredup seiring sang vokalis yang mendekam di tahanan. Namun, seusai keluarnya Ariel sang vokalis dari tahanan band ini kembali gemilang dengan mengeluarkan single lagu yang langsung hits di pasaran yaitu "Separuh Aku", selain itu Noah meluncurkan bukunya yang berjudul "Kisah Lainnya".
Tak hanya diangkat dalam sebuah buku, kisah perjalanan mereka pun akan diangkat dalam sebuah film, bukan film pendek melainkan film layar lebar. Film ini menceritrakan tentang kehidupan mereka dari mulai Noah masih bernama Peterpan dengan segala konflik yang melanda hingga kini mereka menjalani kehidupan saat ini bersama Noah. Film ini berjudul "Noah Awal Semula" sudah dirilis di bioskop pada tanggal 14 November lalu, film yang menceritakan jatuh bangunnya band ini tentunya sangat dinantikan oleh para panggemarnya dan masyarakat.
Meskipun sempat meredup, tidak menjadikan para penggemarnya untuk berbalik membencinya. Hingga kini Noah mencapai kembali kepopulerannya dengan lagu-lagunya yang hits di pasaran. Tentunya kehadiran film ini pun tak lepas dari dukungan para penggemarnya hingga Noah kini kembali gemilang.