Showing posts with label film pendek. Show all posts
Showing posts with label film pendek. Show all posts

Wednesday, January 15, 2014

Film Dari Novel dan Biografi Lebih Digemari Masyarakat Indonesia

Film 5cm, Diadaptasi Dari Novel Best Seller 5cm
Jika kita perhatikan masyarakat Indonesia lebih memiliki respon yang antusias terhadap film yang diangkat dari sebuah novel best seller dan juga biografi tokoh-tokoh bersejarah. Film yang pure dibuat secara fiktif masih belum seantusias menyambut film novel dan biografi, karena jika kita tinjau kembali film-film yang diangkat dari sebuah novel dan biografi dikemas dengan ciamik, tentunya dengan kualitas teknik dalam film yang luar biasa, sehingga menjadi daya tarik sendiri apalagi jika cerita yang diangkat di novel atau pun biografi adalah tokoh yang kita gemari atau kita banggakan tentunya kita akan lebih merespon dengan antusias.

Namun, para sineas berusaha untuk membangkitkan respon antusias masyarakat terhadap cerita-cerita fiktif atau pun kisah nyata yang mengangkat sisi lain kehidupan melalui berbagai bentuk film, baik itu film pendek, dokumenter, atau pun film panjang. Para sineas pun tentunya perlu membaca hal apa yang saat ini menarik minat masyarakat, dan menuangkannya dalam sebuah cerita film sehingga masyarakat tidak hanya responsif dalam jenis film tertentu, akan tetapi menyukai seluruh film Indonesia dalam berbagai genre.

Film keluarga, pendidikan, politik, keindahan alam Negara kita memang masih kurang direspon masyarakat kecuali diangkat dari sebuah novel atau biografi. Maka dari itu, jenis film ini perlu untuk kita bentuk agar masyarakat tetap antusias menyambut film-film Indonesia meskipun bukan diangkat dari novel ataupun biografi, agar lebih memotivasi para sineas untuk menghasilkan film berkualitas yang dikemas dengan ciamik.

Tuesday, January 14, 2014

Film Killers Terpilih Di Ajang Sundance Festival

Film Killers Terpilih Di Ajang Sundance Festival. Industri perfilman saat ini memang merupakan bidang yang banyak diminati masyarakat berbagai kalangan usia. Tak hanya diminati masyarakat bahkan para pemain yang memeriahkan film Indonesia pun banyak yang tertarik untuk menggarap sebuah film, menempati posisi di belakang layar.

Sederet artis yang menghiasi layar kaca tanah air pun banyak yang mulai tertarik dalam menggarap sebuah film, baik itu film pendek, dokumenter, bahkan film panjang. Sebut saja Daniel Mananta presenter kenamaan Indonesia ini juga semakin tertarik memproduksi sebuah film setelah film yang diproduserinya bersama sederet nama lainnya yang berjudul "Killers", berhasil terpilih dalam ajang festival film bergengsi yaitu Sundance Film Festival.

Film kerjasama Indonesia dan Jepang ini merupakan film psicologhy thriller, yang digarap oleh sutradara The Mo Brothers yang selalu sukses dengan film-film thrillernya. Pemain dalam film ini pun merupakan pemain kenamaan Indonesia dan Jepang. Film ini rencananya akan dirilis di Indonesia pada 6 Februari 2014 mendatang.

Monday, January 6, 2014

Film-Film Berkualitas Warnai Tahun 2014

Di penghujung tahun 2013 industri perfilman Indonesia memang diramaikan dengan suguhan film-film berkualitas yang dinantikan bahkan mendapat respon yang sangat antusias dari masyarakat. Deretan film berkualitas ini juga memiliki budget yang sangat besar, diantaranya, Soekarno, 99 Cahaya Di Langit Eropa, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Slank Nggak Ada Matinya, dan Laskar Pelangi 2: Edensor.

Tak berhenti dengan suguhan film di akhir tahun 2013, suguhan film yang akan mewarnai tahun 2014 pun tak kalah berkualitas dan dinantikan oleh masyarakat. Saat perkembangan industri perfilman kita memang bergerak cukup pesat karya-karya berkualitas para sineas tak hanya film layar lebar saja, namun sajian film pendek, dokumenter, animasi saat ini mulai berkualitas.

Di tahun 2014 suguhan film berkualitas yang akan hadir diantaranya film-film dari Rapi Films dan Starvision. Setelah sukses dengan film Sang Kiai yang memboyong empat Piala Citra di ajang FFI 2013, di tahun 2014 Rapi Films akan menyuguhkan dua film layar lebar yang berjudul "Me & You Versus The World" yang digarap oleh Fajar Nugross yang dibintangi oleh aktor kenamaan Rio Dewanto, dan film Nina Bobo yang digarap oleh Jose Poernomo akan dibintangi oleh aktris kenamaan Revalina S.Temat. Sedangkan dari Starvision akan menyuguhkan film "7 Misi Rahasia Sophie" yang digarap Billy Christian, dan akan ada film omnibus bertabur bintang yang berjudul "Aku Cinta Kamu".

Tak hanya Rapi Film dan Starvision, Maxima yang sukses dengan film "99 Cahaya Di Langit Eropa", akan kembali meluncurkan part 2 dari film tersebut yang akan dirilis, pada 27 Maret 2014. Maxima juga akan meluncurkan Film omnibus dari empat cerita yang salah satu dari cerita tersebut disutradarai oleh Acha Septriasa. Dan banyak suguhan film-film berkualitas yang akan dinantikan oleh masyarakat di tahun 2014 ini.

Sunday, January 5, 2014

Reza Rahadian Berjaya di Piala Maya 2013

Reza Rahadian Berjaya di Piala Maya 2013. Industri perfilman Indonesia diramaikan kembali dengan diselenggarakannya ajang penghargaan nyata dari dunia maya untuk film Indonesia. Acara yang diselenggarakan oleh Film Indonesia ini melibatkan 156 komite juri dari berbagai profesi. Ajang penghargaan piala maya ini telah diselenggarakan pada 21 Desember lalu, dengan bertemakan "Ragam Corak Film Indonesia" ajang ini menghasilkan banyak nominasi terpilih yang memenangkan penghargaan.

Tak hanya film layar lebar yang bergengsi dalam acara ini, film pendek hingga film dokumenter pun menunjukan eksistensinya di industri perfilman tanah air dan memenangkan penghargaan. Film "Nagasari" pun menjadi film daerah terpilih, film panjang terpilih yaitu "Sokola Rimba", Rectoverso "Malaikat Juga Tahu" pun menjadi film omnibus terpilih.

Dan di ajang Piala Maya 2013 ini Reza Rahadian juga kembali menjadi aktor pilihan, setelah meraih kemenangan sebagai aktor terbaik di ajang FFI 2013. Ajang-ajang seperti ini memang patut untuk diapresiasi karena memotivasi sineas tanah air untuk memajukan industri perfilman tanah air yang semakin berkualitas.

Sunday, December 29, 2013

Perjuangan Cita-cita Ikal dan Arai di Film Edensor

Perjuangan Cita-cita Ikal dan Arai di Film Edensor. Sukses dengan novel sekuel dan film sekuel pertamanya, tentunya tak menghentikan sekuel untuk film selanjutnya. Laskar Pelangi merupakan salah satu film terbaik dan berkualitas yang menggambarkan kehidupan nyata dari kisah pendidikan anak-anak di Belitung.

Persahabatan, pengorbanan, cinta, keluarga, dan segala aspek berharga dalam kehidupan digambarkan dalam sekuel film ini. Sekuel keduanya yaitu Edensor dihadirkan untuk mengobati kerinduan masyarakat akan sosok Ikal dan Arai. Kehadiran cerita di film ini menambah deretan film berkualitas tanah air tak hanya film layar lebar, film pendek berkualitas pun mulai menggigi di industri perfilman tanah air.

Film Edensor ini menceritakan perjuangan pendidikan Ikal dan Arai di Paris dan juga pengorbanan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-harinya di Negara Perancis tersebut. Film besutan sutradara Benny Setiawan ini tentunya sangat dinantikan oleh masyarakat. Apalagi film ini akan jauh lebih memukau karena hampir sepanjang adegannya dilakukan di Paris.

Sunday, December 22, 2013

Film "1000 Balon" Digarap Oleh 50 Anak-anak

Film memang merupakan media yang sangat tepat dalam penyampaian pesan, karena disajikan dalam bentuk audiovisual yang lebih menarik perhatian masyarakat untuk menyaksikannya. Apalagi jika film tersebut disajikan dengan ciamik, maka respon masyarakat pun akan lebih antusias dalam menyaksikan film tersebut. Film Indonesia saat ini memang mengalami peningkatan kualitas, mulai mengigi di ajang-ajang bergengsi dalam negeri dan internasional. Semakin bertambahnya ajang-ajang di Indonesia juga memotivasi sineas perfilman untuk memberikan karya terbaiknya yang berkualitas.

Tak hanya film layar lebar yang saat ini mulai menunjukan kemajuannya dalam hal kualitas, film pendek berkualitas pun saat ini banyak yang mengigi dalam ajang-ajang tanah air dan internasional. Bahkan, para sineas perfilman saat ini juga tidak terikat oleh usia anak-anak berbakat pun mulai menunjukan bakatnya dalam menggarap sebuah film. Seperti film "1000 Balon", film ini merupakan hasil karya dari 50 anak yang terpilih untuk mengikuti "Camp Semangat". Seluruh kru dan juga pemain merupakan anak-anak berbakat tersebut, sungguh suatu karya yang patut untuk kita apresiasi bagi anak-anak yang menyalurkan bakatnya lewat sebuah hasil karya yang luar biasa di usia mereka yang masih sangat dini.

Duta acara ini adalah Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, kedua pasangan suami istri ini memang gemar menggarap film tentang anak-anak atau film keluarga. Ari Sihasale pun menuturkan bahwa ajang ini bermanfaat untuk mengenalkan dunia perfilman kepada anak-anak.

Thursday, December 19, 2013

Film Soekarno Tak Langgar Hak Cipta

Ir.Soekarno memang merupakan tokoh pahlawan yang dikenang dan dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. Sejarahnya pun banyak diapresiasikan oleh masyarakat melalui drama musikal, puisi, bahkan film layar lebar. Antusiasme masyarakat menyambut karya-karya yang menceritrakan tentang sejarah Bapak Negara pertama ini sangat respon dengan positif.

Seperti karya dari sutradara kenamaan yang pernah menggarap film pendek "Sapu Tangan Fang Yin" yaitu Hanung Bramantyo. Film garapannya saat ini yang banyak dinantikan adalah Film tentang sejarah "Soekarno", antusiaseme masyarakat dalam menonoton film ini sangatlah tinggi, namun sayangnya menjadi kontroversi dari salah satu pihak yang ingin menghentikan penayangan film ini karena beberapa alasan yang tidak terbukti kebenarannya, tentang adanya tuduhan dugaan adanya pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh Rachmawati Soekarnoputri.

Padahal dilansir dari beberapa media, Hanung menegaskan bahwa film Soekarno nya ini jauh berbeda dengan pagelaran opera Mahaguru yang diselenggarakan oleh pihak Rachmawati. Namun, film ini masih ditayangkan karena Penetapan Pengadilan Niaga No.93/Pdt.Sus-Hak Cipta/2013/PN.Niaga.Jkt.Pst. Meskipun pro dan kontra masih tetap bergulir, lantas tidak menghambat antusiame masyarakat untuk tetap menonton film ini.

Wednesday, December 18, 2013

ACFFest 2013 Digelar Sebarkan Virus Anti Korupsi

Korupsi memang menjadi momok yang saat ini menghantui tanah air tercinta ini. Tindak pidana melanggar hukum yang kerap dialami oleh para pejabat-pejabat pemerintah di Negara kita, yang saat ini kehadiran korupsi dan para koruptor tersebut ditentang oleh masyarakat. Jika seluruh pejabat Negara terlibat korupsi bagaimana dengan nasib rakyat yang semakin terpuruk, pernah kita dengar mungkin istilah yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Berbagai kampanye anti korupsi dilakukan guna menyebarkan virus anti korupsi. Bahkan pemerintah menggelar kampanye anti korupsi ini dengan menggelar festival film anti korupsi yang dinamakan Anticorruption Film Festival (ACFFest) 2013 sebagai bentuk penyebar vaksin anti korupsi. Festival ini sudah digelar pada hari pada hari sabtu malam lalu (14/2) di XXI Epicentrum, Jakarta. Tujuh kategori pada festival ini telah dimenangkan oleh para peserta terpilih dari 190 peserta, dari mulai film fiksi pendek, games animasi, games animasi pelajar, film pendek animasi pelajar dan umum, film dokumenter panjang, dan banyak sederet kategori film panjang lainnya.

Ajang seperti ini seharusnya mendapat dukungan atau apresiasi dari seluruh masyarakat, agar semakin banyak digelar ajang-ajang yang menggerakan masyarakat untuk menghadang korupsi. Film-film yang mengikuti ajang ini pun merupakan film yang dinilai berisi pesan yang mengkampanyekan tindakan anti korupsi kepada masyarakat.

Monday, December 16, 2013

Deretan Film Berkualitas di Penghujung 2013

Film merupakan media penyampaian pesan yang lebih mudah diterima masyarakat dengan segala penyampaian yang disampaikan dengan adegan yang bersifat audio visual. Tak hanya sebagai penyampai pesan, film juga dihadirkan sebagai hiburan melalui settingan cerita yang dihadirkan dalam film tersebut. Apalagi tak sedikit film Indonesia saat ini menghadirkan keindahan atau pun kekayaan alam suatu Negara atau pun kota di suatu Negara.

Tak hanya film pendek atau pun film layar lebar banyak menyajikan keindahan dan kekayaan alam Negara kita dan Negara lain. Namun, memang sejauh ini industri perfilman Indonesia belum sempurna dalam menyajikan film yang ditambahkan sentuhan efek animasi seperti film-film luar Negeri yang lebih maju dan berkembang. Tapi, sejauh ini industri perfilman Indonesia sudah mulai selangkah lebih maju dan karya-karya dari para sineas Indonesia mulai diakui di dunia internasional.

Apalagi, dipenghujung tahun 2013 ini industri perfilman Indonesia diramaikan dengan sederet film-film berkualitas yang banyak dinantikan masyarkat. Dari mulai film 99 Cahaya di Langit Eropa, Soekarno, Isyarat, Edensor, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Film-film tersebut merupakan deretan film berkualitas yang disajikan di penghujung tahun 2013 ini, dan tentunya antusiasme masyarakat untuk menonton film-film tersebut sangatlah tinggi.

Wednesday, December 11, 2013

Film Sang Kiai Merajai FFI 2013

FFI (Festival Film Indonesia) merupakan ajang kenamaan bergengsi tanah air. Ajang tahunan ini merupakan ajang dengan penghargaan tertinggi di industri perfilman Indonesia. Para sineas perfilman dan karya-karya terpilih dan berkualitas hadir dalam nominasi ajang ini. FFI 2013 ini diselenggarakan di Marina Convention Center, Semarang, pada hari sabtu (7/12).

Dalam ajang FFI 2013 terdapat 53 judul film layar lebar, 119 judul film pendek, 21 film dokumenter panjang, 80 film dokumenter pendek, 93 film animasi pendek, dan 75 film televisi. Film Sang Kiai merajai FFI tahun ini dalam kategori film bioskop terbaik mengalahkan film-film yang tak kalah berkualitasnya seperti Habibi & Ainun, 5cm, Belenggu, Laura dan Marsha.

Film Sang Kiai ini memang layak merajai FFI tahun ini sebagai film bioskop terbaik. Mengangkat kisah pejuang kemerdekaan yang tak lain pendiri Nahdatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur yaitu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari. Film ini juga dibintangi oleh Aktor dan Aktris kenamaan, seperti Ikranagara, Agus Kuncoro, Christin Hakim, dan Adipati Dolken.

Sunday, December 8, 2013

Film "Isyarat" Karya Aktor dan Aktris Kenamaan

Film "Isyarat" Karya Aktor dan Aktris Kenamaan. Indonesia patut berbangga hati, perkembangan di aspek industri perfilman semakin berkembang. Lahirnya film-film berkualitas tak hanya lahir dari para sineas yang memang menggeluti keahliaan di belakang layar. Kali ini Aktor dan Aktris kenamaan yang sering mewarnai perfilman Indonesia kini melebarkan sayap dan menunjukan kemampuannya di belakang layar memproduksi sebuah film berkualitas.

Rangkaian sebuah Film omnibus dari film pendek yang dibuat Aktor dan Aktris kenamaan Indonesia beberapa hari lagi akan dirilis di bioskop tanah air, Film omnibus "Isyarat" ini disutradarai oleh Reza Rahadian, Asmirandah, Donny Alamsyah, Adhyatmika, dan Monty Tiwa. Film ini mengisahkan tentang empat orang anak muda yang ternyata menemukan kemampuan tersembunyi pada dirinya yang ternyata membawa perubahan. Rangkaian cerita anak indigo ini memiliki kemampuan yang berbeda dan dibuat oleh sutradara yang berbeda. Namun, di akhir penyelesaian mereka dipertemukan untuk membuat rencana besar yang penuh dengan misteri.

Film karya Aktor dan Aktris kenamaan ini tentunya akan sangat dinantikan masyarakat dan para penggemarnya. Terlebih sebelumnya mereka pun pernah menggarap film pendek, dan kemampuan mereka di industri perfilman pun sudah tidak diragukan lagi. Film "Isyarat" ini akan rilis di bioskop pada tanggal 12 Desember 2013.

Thursday, December 5, 2013

Premiere Film "Soekarno" di JAFF 2013


Premiere Film "Soekarno" di JAFF 2013. Hari ke-8 di tahun ke delapannya rangkaian acara JAFF (Jogja - Netpac Asian Film Festival) 2013 berlangsung. Rangkaian film berkualitas diputar setiap harinya selama acara ini berlangsung, seminar dan diskusipun dihadirkan dalam rangkaian acara ini dengan pembicara sineas-sineas kenamaan di industri perfilman tanah air.

Dalam rangkaian film berkualitas yang dihadirkan, film pendek "Toilet Blues" karya Dirmawan Hatta juga kembali dihadirkan di JAFF 2013, setelah sebelumnya dihadirkan dalam JiFFest 2013 beberapa waktu lalu. Tak hanya itu film "Soekarno" karya sutradara kenamaan tanah air yaitu Hanung Bramantyo juga akan hadir premiere hari ini (6/12) dalam rangkaian acara JAFF 2013. Managing Direktor acara ini menuturkan bahwa film ini dihadirkan karena akan menjadi gimmick dalam menarik perhatian penonton.

Tak hanya itu film animasi China dan Korea yang dalam pengemasannya mampu menghasilkan lebih dari seribu gambar dari efek khusus yang setara dengan proses pembuatan film animasi di Amerika. Film "Mr. Go" ini akan dihadirkan hari ini pukul 16.45 – 18.45 sebelum penayangan film "Soekarno". Dan besok (7/12) dalam acara terakhir ini digelar masih ada rangkaian film berkualitas diputar, dan akan ditutup dengan film "Cold Eyes".

Tuesday, December 3, 2013

80 Film Pilihan Yang Akan Diputar di JAFF 2013

Rangkaian ajang-ajang film bergengsi saat ini mulai dikembangkan, menampilkan banyak film-film berkualitas. Festival rutin yang diselenggarakan kali ini ini adalah Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). JAFF 2013 ini merupakan edisi ke-8. JAFF tahun ini akan memutar kurang lebih 80 film. Pada program pemutaran film, diskusi, dan seminar akan digelar di Empire XXI, Taman Budaya Yogyakarta, Lemga Indonesia-Prancais, dan juga beberapa tempat di Yogyakarta.,

80 film yang akan diputar ini terdiri dari 37 film panjang dan 43 film pendek. JAFF tahun ini mengambil tema Altering Asia. Dan pada JAFF ini akan dibuka dengan film yang berasal dari Malaysia yang berjudul "Hanyut" karya U Wei. Rangkaian program yang akan mewarnai JAFF 2013 adalah Feature Film Competition dan Non-competition, Short Film Competition dan Non-competition, Special Screening, Public Lecture, dan Special Program.

Film-film Indonesia pun menggigi dalam dua program kompetisi, yaitu Feature Film Competition dengan lima film Indonesia, salah satunya "Don't Talk Love" karya Mouly Surya, sedangkan pada kategori Short Film Competition, salah satunya adalah Film pendek karya BW Purbanegara "Kamu Di Kanan Aku Senang". JAFF 2013 ini diselenggarakan pada 28 November - 7 Desember 2013.

Sunday, December 1, 2013

Film Perjalanan Slank Nggak Ada Matinya

Slank memang memberi banyak kejutan jelang perayaan eksistensinya di panggung musik tanah air selama 30 tahun berkarya. Dari mulai menghadirkan Slank TV, membuat rumah tahfidz Qur'an, Band yang mendapat predikat Indonesia's Highest-Paid Music Star ini memang ingin lebih mendekatkan diri dengan para pencintanya yang dinamai Slankers. Hal-hal yang dilakukan Slank juga merupakan langkah positif yang bisa menjadi contoh bagi para musisi Indonesia.

Tak hanya kejutan-kejutan tersebut, Slank pun akan merilis film tentang kisah perjalanannya bukan film pendek melainkan film layar lebar yang akan tayang selang sehari setelah konsernya di Jakarta digelar, yaitu rilis pada tanggal 27 Desember 2013. Film berjudul Slank Nggak Ada Matinya ini tentunya akan sangat dinantikan oleh para pencintanya, apalagi yang mengikuti perkembangan band ini dari awal.

Dalam film ini, Awal berdirinya Slank tentunya di usia yang masih sangat muda yang diperankan oleh aktor muda tanah air, diantaranya Adipati Dolken, Ricky Harun, Aaron Ashab, Ajun Perwira, dan Deva Mahenra. Tak hanya perjuangan mereka mempertahankan band ini, kisah Kaka dan Ivan terlepas dari jeratan narkoba pun diceritrakan dalam film ini. Hingga mereka bertekad tida ada yang bisa menghalangi langkah Slank untuk maju, tidak ada narkoba dan tidak ada perpecahan.

Thursday, November 28, 2013

Sagarmatha Film Dua Sahabat Menuju Puncak Himalaya

Sukses menghadirkan keindahan alam Indonesia dan perjuangan sahabat yang berjuang untuk mencapai puncak gunung Mahameru, film 5cm memang menuai banyak pujian dari masyarakat. Kali ini sebuah film tentang perjuangan petualangan dalam mendaki gunung juga dihadirkan dalam film Sagarmatha, namun yang berbeda dalam film ini pendakiannya dilakukan di puncak dengan barisan gunung-gunung di Asia yaitu Himalaya. Film ini dibintangi oleh mantan Puteri Indonesia yaitu Nadine Chandrawinata dan pendatang baru  Ranggani Puspandaya.

Film yang digarap oleh sutradara film pendek omnibus "Kita Vs Korupsi" yaitu Emil heradi ini, tentunya dinantikan para petualang di Indonesia. Apalagi yang menarik pendakian ini dilakukan oleh dua orang wanita yang hebat. Film bergenre drama road-movie ini menyiratkan pesan tentang kehidupan, kematian, kedewasaan, harapan, dan cinta.

Namun, dalam perjalanan menapaki Himalaya ini, kedua sahabat tersebut memiliki pertentangan. Plot yang disajikan dalam film ini pun dikemas dengan ciamik, ketika menonton film ini mungkin kita sudah bisa menebak alur ceritanya. Namun, hal yang terjadi adalah hal berbeda dari perkiraan kita. Sebuah film yang menyimpan teka-teki tentunya menjadi rasa penasaran bagi kita.

Film 2014 Siap Rilis Januari

Film 2014 Siap Rilis Januari. Tidak hanya Kompas TV yang menggerakan para generasi muda lewat konser K20 "Suara Pemuda" untuk mengikuti pemilu dan memilih pemimpin yang tepat. Film 2014 pun dihadirkan menjelang pemilu 2014. Film ini menyisipkan pesan penting yang mengangkat intrik di balik pemilihan presiden periode 2014-2019.

Film Karya Sutradara Hanung Bramantyo dan Sutradara film pendek "Daun Terus Melayang" yaitu Rahabi Mandra ini juga menceritrakan, tentang persaingan yang ketat untuk memperebutkan kursi kepresidenan. Film ini pun mengangkat tentang cinta, ambisi, dan ambisi. Dan film ini pun bergenre drama action.

Selain film 2014 sederet film indonesia saat ini banyak mengangkat tentang realitas yang saat ini terjadi, dan juga semakin banyak film yang mengangkat tema tentang perjuangan, politik, dan stereotype berbagai kemelut aspek yang terjadi di Indonesia. Film perjuangan pun kini mulai banyak di Indonesia, salah satunya masih film karya sutradara kenamaan Hanung Bramantyo yang sempat menuai kontroversi yaitu film "Soekarno".

Monday, November 25, 2013

Piala Citra FFI 2013 Digelar 7 Desember Mendatang

Ajang penganugerahan tertinggi di industri perfilman Indonesia adalah FFI atau yang kita kenal Festival Film Indonesia, diselenggarakan sejak tahun 1955 dengan nama Pekan Apresiasi Film Nasional, dan mulai diselenggarakan secara rutin tahunan pada tahun 1973. Dengan nominasi-nominasi yang diisi oleh para sineas dan film berkualitas.

Kali ini FFI 2013 penyerahan piala citra akan digelar pada 7 Desember mendatang di Semarang, sederet nominasi yang sudah dipilih mewarnai FFI 2013 nanti, telah ada 5 nominasi film terbaik, 5 nominasi sutradara terbaik, Aktor dan Aktris terbaik, lalu pendukung wanita dan pria terbaik, di mana salah satunya adalah pemain pendukung dari film pendek.

Ketua Dewan Juri Film Bioskop ini adalah aktor senior Slamet Rahardjo, beliau menilai nominasi dari 53 judul film bersama dengan sederet sineas perfilman salah satunya Didi Petet. Didi Petet memang masuk dalam nominasi, namun Slamet Rahardjo menuturkan bahwa Didi tidak ikut membahas nominasi dari kategori tersebut.

Sunday, November 24, 2013

Festival Film Budaya Siap Digelar di Bali

Festival Film Budaya Siap Digelar di Bali. Forum Budaya Dunia atau WCF menggelar rangkaian acara festival film yang diselenggarakan di Kuta, Bali. Indonesia sebagai tuan rumah dari ajang bergengsi ini, dan yang mengikuti festival ini telah terdaftar delapan Negara. Antara lain, Turki, Spanyol, Brazil, Meksiko, China, Rusia, dan Jepang.

Delapan Negara yang sudah terdaftar sudah mengirimkan film pendek dokumenternya untuk mengikuti festival ini. Film yang akan ditampilkan akan memberikan stereotype tentang tata kehidupan budaya. Hal ini tentunya akan lebih memperluas pengetahuan budaya antar Negara guna melestarikan budaya masing-masing.

Sebagai senior sekaligus tokoh perfilman nasional, Slamet Rahardjo menuturkan bahwa festival film ini merupakan bentuk implementasi kebersamaan dan kesetaraan semua Negara yang ikut serta dalam acara ini. Beliau juga menuturkan bahwa film memang merupakan media yang memiliki pengaruh yang sangat tinggi bagi masyarakat. Apalagi sejauh ini film ditujukan sebagai media penyampai pesan.

Thursday, November 21, 2013

Film "Toga Untuk Ibu" Karya Mahasiswa Darmajaya

Film "Toga Untuk Ibu" Karya Mahasiswa Darmajaya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang menggiring para generasi muda semakin memperluas wawasan, mengembangkan berbagai inovasi dan aspirasi dari bakat yang dia miliki. Saat ini perkembangan tak hanya meliputi satu aspek saja berbagai bidang yang dikuasai oleh para generasi muda kini mulai diwarnai oleh prestasi-prestasi yang membanggakan.

Bidang perfilman pun kini mulai berkembang dengan prestasi yang ditorehkan oleh para generasi muda. Mahasiswa Darmajaya Lampung juga saat ini menorehkan kebanggaan dengan meluncurkan film pendek Indie berdurasi 11 menit 47 detik berjudul "Toga Untuk Ibu". Film ini mengisahkan perjuangan anak yatim yang berjuang demi menafkahi keluarganya. Film ini hanya digarap dalam waktu satu minggu.

Prestasi anak bangsa seperti ini sudah sepatutnya kita apresiasi. Banyak yang menorehkan prestasinya di usia muda. Seperti Yasin sutradara cilik yang telah memproduksi film di usianya yang terbilang masih anak-anak yaitu kelas 5 SD. Sudah saatnya masyarakat tak sekedar tahu, namun mengapresiasi dan menghargai hasil karya anak bangsa yang membanggakan ini.

Wednesday, November 20, 2013

Film "Awal Semula" Kisah Perjalanan Noah

Noah atau band yang sebelumnya bernama Peterpan ini, merupakan salah satu band yang hingga saat ini memiliki banyak penggemar, meski sempat meredup seiring sang vokalis yang mendekam di tahanan. Namun, seusai keluarnya Ariel sang vokalis dari tahanan band ini kembali gemilang dengan mengeluarkan single lagu yang langsung hits di pasaran yaitu "Separuh Aku", selain itu Noah meluncurkan bukunya yang berjudul "Kisah Lainnya".

Tak hanya diangkat dalam sebuah buku, kisah perjalanan mereka pun akan diangkat dalam sebuah film, bukan film pendek melainkan film layar lebar. Film ini menceritrakan tentang kehidupan mereka dari mulai Noah masih bernama Peterpan dengan segala konflik yang melanda hingga kini mereka menjalani kehidupan saat ini bersama Noah. Film ini berjudul "Noah Awal Semula" sudah dirilis di bioskop pada tanggal 14 November lalu, film yang menceritakan jatuh bangunnya band ini tentunya sangat dinantikan oleh para panggemarnya dan masyarakat.

Meskipun sempat meredup, tidak menjadikan para penggemarnya untuk berbalik membencinya. Hingga kini Noah mencapai kembali kepopulerannya dengan lagu-lagunya yang hits di pasaran. Tentunya kehadiran film ini pun tak lepas dari dukungan para penggemarnya hingga Noah kini kembali gemilang.

matras visco-elastic