Showing posts with label Hanung Bramantyo. Show all posts
Showing posts with label Hanung Bramantyo. Show all posts

Thursday, December 19, 2013

Film Soekarno Tak Langgar Hak Cipta

Ir.Soekarno memang merupakan tokoh pahlawan yang dikenang dan dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. Sejarahnya pun banyak diapresiasikan oleh masyarakat melalui drama musikal, puisi, bahkan film layar lebar. Antusiasme masyarakat menyambut karya-karya yang menceritrakan tentang sejarah Bapak Negara pertama ini sangat respon dengan positif.

Seperti karya dari sutradara kenamaan yang pernah menggarap film pendek "Sapu Tangan Fang Yin" yaitu Hanung Bramantyo. Film garapannya saat ini yang banyak dinantikan adalah Film tentang sejarah "Soekarno", antusiaseme masyarakat dalam menonoton film ini sangatlah tinggi, namun sayangnya menjadi kontroversi dari salah satu pihak yang ingin menghentikan penayangan film ini karena beberapa alasan yang tidak terbukti kebenarannya, tentang adanya tuduhan dugaan adanya pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh Rachmawati Soekarnoputri.

Padahal dilansir dari beberapa media, Hanung menegaskan bahwa film Soekarno nya ini jauh berbeda dengan pagelaran opera Mahaguru yang diselenggarakan oleh pihak Rachmawati. Namun, film ini masih ditayangkan karena Penetapan Pengadilan Niaga No.93/Pdt.Sus-Hak Cipta/2013/PN.Niaga.Jkt.Pst. Meskipun pro dan kontra masih tetap bergulir, lantas tidak menghambat antusiame masyarakat untuk tetap menonton film ini.

Thursday, December 5, 2013

Premiere Film "Soekarno" di JAFF 2013


Premiere Film "Soekarno" di JAFF 2013. Hari ke-8 di tahun ke delapannya rangkaian acara JAFF (Jogja - Netpac Asian Film Festival) 2013 berlangsung. Rangkaian film berkualitas diputar setiap harinya selama acara ini berlangsung, seminar dan diskusipun dihadirkan dalam rangkaian acara ini dengan pembicara sineas-sineas kenamaan di industri perfilman tanah air.

Dalam rangkaian film berkualitas yang dihadirkan, film pendek "Toilet Blues" karya Dirmawan Hatta juga kembali dihadirkan di JAFF 2013, setelah sebelumnya dihadirkan dalam JiFFest 2013 beberapa waktu lalu. Tak hanya itu film "Soekarno" karya sutradara kenamaan tanah air yaitu Hanung Bramantyo juga akan hadir premiere hari ini (6/12) dalam rangkaian acara JAFF 2013. Managing Direktor acara ini menuturkan bahwa film ini dihadirkan karena akan menjadi gimmick dalam menarik perhatian penonton.

Tak hanya itu film animasi China dan Korea yang dalam pengemasannya mampu menghasilkan lebih dari seribu gambar dari efek khusus yang setara dengan proses pembuatan film animasi di Amerika. Film "Mr. Go" ini akan dihadirkan hari ini pukul 16.45 – 18.45 sebelum penayangan film "Soekarno". Dan besok (7/12) dalam acara terakhir ini digelar masih ada rangkaian film berkualitas diputar, dan akan ditutup dengan film "Cold Eyes".

Tuesday, October 15, 2013

Film Pilihan BIFF 2013

9 Summers 10 Autumns di BIFF 2013
Film Pilihan BIFF 2013. Balinale International Film Festival (BIFF) 2013 telah digelar. Deretan film berkualitas 60 film dari 20 Negara diputar di ajang bergengsi ini, dan beberapa film masuk dalam film terpilih. Festival bergengsi ini sukses digelar meskipun tanpa dukungan secara materil dari pemerintah, sekalipun ajang ini bertepatan dengan penyelenggaraan APEC di Bali.

Sederet film berkualitas Indonesia hadir di ajang ini, baik dari film layar lebar, dokumenter, dan film pendek mewarnai ajang ini. Beberapa film Indonesia pun masuk dalam film pilihan di ajang ini. Film Air Mata Terakhir Bunda lolos sebagai film pilihan kategori Best Feature dan 9 Summers 10 Autumns sebagai film pilihan kategori Best Overall Film.

Selain itu, Film karya sutradara short movie Sapu Tangan Fang Yin yaitu Hanung Bramantyo merilis Film terbarunya 2014 yang masuk dalam kategori world premiere. Perfilman Indonesia kini mulai mewarnai ajang-ajang international dan lolos sebagai pemenang, maupun masuk dalam kategori. Di mana langkah ini bisa menjadi kesempatan bagi memajukan industri perfilman Indonesia.

Wednesday, October 9, 2013

Film Berkualitas Warnai Ajang BIFF 2013

Film Berkualitas Warnai Ajang BIFF 2013. Balinale International Film Festival (BIFF) 2013 yang disajikan secara digital di Cinema XII Beachwalk Kuta-Bali ini sudah memasuki hari keenam, dan besok merupakan hari terakhir festival ini digelar. Acara ini digelar seperti festival-festival bergengsi lainnya, yaitu Red Carpet Premire, Audience Choice Awards, Film Forum Industri, Masterclass dan juga diskusi atau Loka Karya Pendidikan di mana pembicaranya merupakan para sineas yang memenangkan penghargaan.

Acara yang sudah memasuki tahun ketujuh ini, berjalan hanya dalam bentuk dukungan pemerintah saja tanpa sama sekali ada ada dukungan materiil dari pemerintah. Festival yang menyajikan film-film luar berkualitas dan juga film-film Indonesia baik itu film layar lebar, dokumenter, independen, maupun film pendek dari seluruh Negara.

Festival ini pun menampilkan film-film karya sutradara kenamaan di Indonesia. Film terbaru Hanung Bramantyo pun meramaikan dan rilis di festival ini. 9 Summer 10 Autumns karya Sutradara yang mengawali debutnya di short movie atau film pendek ini hadir memeriahkan acara ini.

Guna memajukan industri perfilman, festival memang merupakan ajang yang tepat agar masyarakat mengenal bahwa Indonesia memiliki banyak film berkualitas. Apalagi, saat ini film-film Indonesia mulai dari film pendek hingga layar lebar mulai bergengsi di ajang-ajang international, dan tentunya mulai dikenal sineas international.

Tuesday, June 18, 2013

Kerja Keras Hanung Menggarap Film “Soekarno”

Kerja Keras Hanung Menggarap Film “Soekarno”
Aryo Bayu Sebagai Ir. Soekarno dalam Film "Soekarno"
Kerja Keras Hanung Menggarap Film “Soekarno”Debutnya sebagai sutradara kenamaan di Indonesia tentunya sangat dikenal masyarakat. Hanung Bramantyo, siapa yang tak kenal dengan sutradara kawakan ini, memenangkan berbagai penghargaan ajang festival film sebagai sutradara terbaik. Kali ini di Film yang sedang digarapnya adalah Film "Soekarno", kegigihannya dalam menggarap Film yang mengangkat Sang Legenda Presiden RI pertama patut diacungi jempol apalagi ini merupakan film terberat yang pernah digarapnya.

Kerja Kerasnya begitu memukau, Film yang menggambarkan situasi di era tahun 1940-an Ia pun harus membangun set lokasi berlatar gedung-gedung replica, dan hebatnya Ia pun menciptakan studio Hollywood yang disulap dari sebuah pabrik gula di Klaten, sedangkan setting Jakarta tahun 1940-an Ia mengambil tempat di Kebun Raya Bogor untuk membuat setting Jakarta tahun 1940.

Film Bapak Legendaris Indonesia ini tentunya akan sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, apalagi Film ini digarap oleh sutradara kenamaan yang sudah tidk diragukan lagi kemampuannya di dunia perfilman, dengan film-filmnya yang sarat akan pesan dan makna.

Sunday, June 16, 2013

Keluar Dari "Hotel Prodeo", Jupe Raih Penghargaan di Dunia Perfilman

Keluar Dari Hotel Prodeo, Jupe Raih Penghargaan di Dunia Perfilman
Jupe Dalam Film Gendeing Sriwijaya
KeluarDari "Hotel Prodeo", Jupe Raih Penghargaan di Dunia PerfilmanJulia Perez, siapa yang tak kenal dengan artis kontroversial ini. Diawali dengan kontroversi dengan ibunya sendiri perihal tidak setujunya hubungan Jupe dengan Gaston, selanjutnya kontroversinya semakin memanas seiring perselisihannya dengan Dewi Persik hingga ke meja hijau dan menyeretnya ke jeruji besi. Menjelang kebebasannya Jupe masuk dalam nominasi sebuah ajang Festival Film bergengsi yang setiap tahunnya diadakan di Bandung yaitu Festival Film Bandung. Jupe masuk dalam nominasi pemeran utama wanita terpuji, dan bisa dikatakan ini merupakan kado istimewa menjelang kebebasannya Jupe memenangkan nominasi tersebut bersama dengan Acha Septriasa, penerimaan penghargaan nominasi ini diwakili oleh ibu Jupe sendiri, dengan berlinang air mata ibunda Jupe ini menuturkan bahwa penghargaan ini akan menjadi kado istimewa untuk Jupe, apalagi kekasih Gaston ini sangat menginginkan masuk dalam nominasi suatu ajang, dan sekarang Jupe sudah memenangkannya.
Penghargaan ini dikantongi Jupe melalui perannya dalam film Gending Sriwijaya yang disutradarai oleh sutradara kenamaan di Indonesia Hanung Bramantyo, dalam film ini Jupe memerankan akting laga tanpa pemain pengganti.

Mengawali debutnya di dunia dangdut, hingga saat ini baru terjun di dunia akting, jupe langsung menggeser pemain-pemain lama di dunia perfilman lewat penghargaan yang didapatkannya di Festival Film Bandung, bisa dikatakan perempuan yang menguasai beberapa bahasa asing ini termasuk artis multi talenta, apalagi selama di balik jeruji besi pun Jupe giat belajar tentang ilmu hukum yang sedang dijalaninya dan melakukan berbagai kegiatan positif selama di "hotel prodeo".

matras visco-elastic