Showing posts with label dunia perfilman. Show all posts
Showing posts with label dunia perfilman. Show all posts

Tuesday, November 19, 2013

Reza Rahadian Bermain di Film Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Reza Rahadian Bermain di Film Ketika Tuhan Jatuh Cinta. Sederet film berkualitas akan hadir mewarnai dunia perfilman dan bioskop Indonesia di penghujung tahun 2013 dan menjelang awal 2014. Berbagai film yang dinantikan oleh masyarakat, akan segera hadir. Diantaranya Film Edensor yang merupakan rangkaian sekuel dari film Laskar Pelangi, lalu film Soekarno, film Slank, 99  Cahaya di Langit Eropa, film 2014, dan masih banyak film Indonesia lainnya. Termasuk film berkualitas yang saat ini sudah hadir di bioskop tanah air yaitu film Sokola Rimba.

Tak hanya itu berbagai film berkualitas baru hendak diproduksi oleh para sineas. Misalnya saja film yang baru memulai produksinya 16 November kemarin, yaitu Ketika Tuhan Jatuh Cinta. Film ini diangkat dari buku populer karya Wahyu Sujani. Film ini membuat sutradara film pendek Sebelah yaitu Reza Rahadian tertarik untuk terlibat dalam produksi film tersebut. Reza Rahadian tertarik dengan keunikan judul dari proyek filmya tersebut.

Dalam Film ini Reza memilih menjadi peran Fikri. Film yang bertema religi ini digarap oleh sutradara Fransiska Fiorella, dan rencananya akan dirilis pada bulan Februari 2014. Film ini tentunya akan sangat dinantikan oleh para pencinta film Indonesia, apalagi yang membintangi film ini adalah aktor muda terbaik di Indonesia yaitu Reza Rahadian.

Monday, September 16, 2013

Menjadi Sutradara di Usia Yang Masih Anak-anak

Menjadi Sutradara di Usia Yang Masih Anak-anak. Yasin Hidayat, sutradara cilik yang banyak memperoleh penghargaan dari film-film yang digarapnya memang patut untuk kita apresiasi, di usianya yang masih sangat muda Ia mampu menorehkan prestasi yang luar biasa, mengawali kiprahnya di dunia perfilman di usianya yang masih anak-anak pada saat duduk di bangku kelas 5 SD. Dari Film pertamanya saja Ia sudah meraih penghargaan.

Bersama Rekannya Darti Ia pun pernah mendapatkan penghargaan yang luar biasa di ajang bergengsi FFI 2010 lewat short movie yang berjudul "Pigura". Suatu prestasi yang luar biasa diraih di usianya yang masih anak-anak yang berasal dari kaki pegunungan Gunung Slamet ini. Apalagi mereka berasal dari sekolah terpencil, merupakan suatu kebanggaan bisa menembus penghargaan di ajang yang bergengsi di tanah air.

Alur dari cerita short movie "Pigura" karya sutradara cilik ini dikemas dengan ciamik dari awal hingga akhir film ini, meskipun teknik visualnya belum sempurna, namun pemeran, alur cerita, dan pesan yang disampaikan dalam film ini sangat istimewa, dan tidak akan ada yang menyangka jika film ini garapan dari siswa dan siswi SMP.

Seharusnya kita harus lebih bisa peka akan karya-karya anak bangsa yang bahkan banyak yang sampai menembus internasional, kita sangat perlu untuk membentuk bahkan menampung  bakat-bakat sinesias baru melalui berbagai kompetisi, bahkan short movie atau film pendek ini harus mulai ditempatkan dalam kategori ajang-ajang bergengsi di Indonesia.

Tuesday, June 18, 2013

Kerja Keras Hanung Menggarap Film “Soekarno”

Kerja Keras Hanung Menggarap Film “Soekarno”
Aryo Bayu Sebagai Ir. Soekarno dalam Film "Soekarno"
Kerja Keras Hanung Menggarap Film “Soekarno”Debutnya sebagai sutradara kenamaan di Indonesia tentunya sangat dikenal masyarakat. Hanung Bramantyo, siapa yang tak kenal dengan sutradara kawakan ini, memenangkan berbagai penghargaan ajang festival film sebagai sutradara terbaik. Kali ini di Film yang sedang digarapnya adalah Film "Soekarno", kegigihannya dalam menggarap Film yang mengangkat Sang Legenda Presiden RI pertama patut diacungi jempol apalagi ini merupakan film terberat yang pernah digarapnya.

Kerja Kerasnya begitu memukau, Film yang menggambarkan situasi di era tahun 1940-an Ia pun harus membangun set lokasi berlatar gedung-gedung replica, dan hebatnya Ia pun menciptakan studio Hollywood yang disulap dari sebuah pabrik gula di Klaten, sedangkan setting Jakarta tahun 1940-an Ia mengambil tempat di Kebun Raya Bogor untuk membuat setting Jakarta tahun 1940.

Film Bapak Legendaris Indonesia ini tentunya akan sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, apalagi Film ini digarap oleh sutradara kenamaan yang sudah tidk diragukan lagi kemampuannya di dunia perfilman, dengan film-filmnya yang sarat akan pesan dan makna.

matras visco-elastic